Membangun AI Tatung
Membangun AI Tatung: Peramal Digital Terinspirasi Tradisi Tatung
Belakangan ini saya menambahkan dua fitur eksperimental ke blog ini:
- tAItung - peramal AI yang terinspirasi tradisi tatung
- Kauchim - alat digital untuk interpretasi fortune stick (ciam si/kau cim)
Kamu bisa mencobanya di sini:
Proyek ini awalnya hanya berangkat dari rasa penasaran. Dan jujur saja, hasilnya ternyata cukup menyenangkan.
Rasa Penasaran di Baliknya
Setiap tahun sekitar Cap Go Meh, selalu banyak video yang beredar online menampilkan perayaan di Indonesia, terutama dari Kalimantan.
Salah satu bagian yang paling menarik adalah kemunculan tatung, orang yang dirasuki roh melalui kritual tertentu dan menyampaikan pesan atau tuntunan simbolis.
Apakah kamu memaknainya sebagai spiritualitas, pertunjukan budaya, atau psikologi ritual, struktur praktiknya cukup menarik.
Urutannya kurang lebih seperti ini:
- Orang tersebut memasuki keadaan kerasukan
- Sebuah visi atau tanda simbolis muncul
- Makna dari tanda tersebut diinterpretasikan
Struktur ini langsung membuat saya berpikir:
Ini terasa seperti sesuatu yang bisa disimulasikan AI dengan cukup baik.
Jadi saya membuat sebuah eksperimen kecil untuk menguji ide tersebut.
Struktur Sang Peramal
Respons peramal mengikuti struktur naratif yang ketat:
TRANCE
Medium kerasukan dan merasakan kekuatan tak kasatmata.
VISION
Sebuah pemandangan simbolis muncul, sering kali melibatkan alam, tempat, atau gambaran mistis.
INTERPRETATION
Makna dari visi tersebut dijelaskan dalam kaitannya dengan pertanyaan pengguna.
Struktur ini bekerja dengan baik karena memberikan pola penceritaan yang jelas pada sistem.
Alih-alih mencoba meramalkan masa depan, peramal hanya menghasilkan tuntunan simbolis.
Desain Prompt Itu Penting
Sebagian besar pekerjaan di balik layar sebenarnya adalah soal desain dan struktur prompt, bukan soal AI-nya sendiri.
Sebagai contoh, respons peramal sangat bergantung pada imaji simbolis seperti:
- angin
- sungai
- lentera
- kuil
- kabut
- gunung
- daun yang berguguran
Simbol-simbol ini membantu menghasilkan visi yang terasa mistis dan beratmosfer.
Tanpa prompt yang terstruktur dan kosakata simbolik, responsnya akan terasa jauh kurang menarik.
Dua Eksperimen Kecil
tAItung
tAItung mensimulasikan pengalaman berkonsultasi dengan seorang tatung.
Kamu mengajukan pertanyaan, dan peramal akan merespons dengan:
- momen kerasukan
- sebuah visi simbolis
- sebuah interpretasi
Tujuannya bukan untuk meramal masa depan, tetapi untuk memberikan jawaban yang reflektif dan simbolis.
Kauchim
Eksperimen kedua adalah Kauchim, yang terinspirasi oleh tradisi fortune sticks (kau cim).
Dalam praktik tradisional, seseorang mengocok tabung berisi stik bambu bernomor sampai satu stik jatuh. Setiap nomor merujuk pada satu syair peruntungan.
Dalam versi ini:
- Sebuah “stik” digital diambil
- Peramal menginterpretasikan maknanya
- Pengguna menerima pesan simbolis
Ini pada dasarnya adalah reinterpretasi modern dari format ritual lama.
Guardrails
Karena alat-alat ini bersifat publik, saya juga menambahkan beberapa pagar pengaman sederhana:
- batas jumlah permintaan
- validasi format
- penyaringan input bermasalah
- pembersihan (sanitasi) respons sebelum ditampilkan
Tujuannya sederhana: menjaga sistem tetap stabil dan mencegah penyalahgunaan yang jelas-jelas merugikan.
Kenapa Membangun Hal Seperti Ini?
Sebagian besar alasannya: karena bereksperimen itu menyenangkan.
Internet penuh dengan aplikasi AI yang sangat serius seperti alat produktivitas, asisten coding, sistem riset.
Tapi kadang menyenangkan juga membangun sesuatu yang agak nyeleneh.
Peramal digital yang terinspirasi tradisi budaya berada di antara:
- penceritaan
- budaya rakyat
- rasa ingin tahu manusia tentang masa depan
Dan kombinasi itu ternyata cukup menghibur.
Coba Sendiri
Kalau kamu penasaran, silakan coba:
Tanyakan sesuatu ke peramal tentang rencanamu, keputusanmu, atau bahkan sesuatu yang acak.
Ingat saja:
Peramal ini menawarkan tuntunan, bukan kepastian.
Dan kadang roh-roh itu sedang merasa puitis.
Albert